Cobain Aktifitas Nge-cross di Lereng Gunung Merapi Sambil Berwisata

By | November 3, 2018

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang masih aktif yang ada di Pulau Jawa. Meskipun statusnya masih aktif namun tak dapat dipungkiri banyak tempat wisata yang berdiri di Lereng Gunung Merapi ini.  Hal ini dikarenakan pemandangan dan sumber daya alamnya mendukung untuk dijadikan kawasan wisata lereng Gunung Merapi.

Lereng Gunung Merapi yang menjadi kawasan wisata provinsi Jogjakarta adalah lereng selatan tepatnya di Kabupaten Sleman. Ada beragam objek wisata di lereng selatan Gunung Merapi ini. Namun satu hal yang pasti menikmati pemandangan Gunung Merapi di pagi hari adalah kebahagiaan yang hakiki. Pemandangan pagi hari di Gunung Merapi ini bisa dilihat dari berbagai lereng Gunung Merapi spade pukul 07.00 WIB. Karena setelah pukul 7 pagi, kabut akan mulai turun dan menutupi keindahan dan kegagahan Gunung Merapi.

Akses Menuju Wisata Lereng Gunung Merapi

Wisata Lereng Gunung Merapi

Wisata Lereng Gunung Merapi

Akses menuju wisata lereng Gunung Merapi sangat mudah. Dari pusat kota Jogja tinggal ambil ke arah jalan Kaliurang. Jarak antara kota Jogja dengan lereng Gunung Merapi ini kurang lebih 25 kilometer. Jika ditempuh menggunakan kendaran pribadi membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan.

Lereng Gunung Merapi ini terdiri dari berbagai objek wisata. Jarak antar objek wisatanya pun relatif dekat. Sehingga kawasan wisata lereng Gunung Merapi ini sangat cocok dijadikan tujuan utama liburan. Namun jika ingin menikmati liburan dengan tenang ada baiknya memilih waktu kunjungan wisatanya. Pada saat liburan panjang, kawasan wisata ini sangat penuh oleh pengunjung baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara.

Harga Tiket Masuk Wisata Lereng Gunung Merapi

Dikarenakan Lereng Gunung Merapi ini berbentuk area luas yang terdiri dari berbagai macam objek wisata. Maka harga tiket masuk wisata lereng Gunung Merapi pun beragam tergantung objek wisata yang kita pilih. Misalnya saja jika ingin melakukan Volcano tracking dikenakan biaya Rp. 5.000 per orangnya. Atau jika ingin mengunjungi bekas rumah Almarhum Mbah Marijan ( juru kunci Gunung Merapi tahun 2010 ) maka pengunjung harus membayar ojeg sebesar Rp. 20.000 per orang. Lain lagi jika pengunjung ingin ke Kaliadem maka biaya ojeg yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp. 50.000 per orang.

Aktifitas Yang Bisa Dilakukan di Wisata Lereng Gunung Merapi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa banyak objek wisata yang terdapat di lereng Gunung Merapi ini. Oleh karena itu aktifitas yang bisa dilakukan di wisata lereng Gunung Merapi pun beragam. Salah satu tempat tujuan wisata favorit pengunjug adalah objek wisata Kaliadem. Kaliadem merupakan kawasan hutan pinus seluas 25 hektar yang berada di lereng selatan Gunung Merapi. Di kawasan Kaliadem ini juga terdapat sebuah bunker peninggalan Jepang yang masih digunakan hingga tahun 2010. Namun saat erupsi Merapi di tahun 2010, bunker tersebut menelan 2 orang korban jiwa. Hingga sejak saat itu bunker tidak difungsikan lagi. Selain itu Volcano Tracking juga merupakan salah satu wisata favorit wisatawan. Setelah Volcano Tracking biasanya pengunjung akan singgah ke bekas rumah Almarhum Mbah Marijan Juru Kunci Gunung Merapi yang tewas saat erupsi di tahun 2010.

Jika ingin menguji adrenaline pengunjung bisa mencoba Jeep Merapi atau Cross Adventure dengan menggunakan sepeda motor. Setelah lelah melakukan aktivitas fisik disarankan pengunjung untuk istirahat sejenak sambil menikmati kuliner yang dijajakan oleh warga sekitar. Makanan khas yang terkenal adalah Jadah Tempe, Wedhang Gedang dang Nasi Pecel. Menikmati makanan dengan hamparan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk tentu menambah nafsu makan para pengunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *